Minum Kopi dan Teh Bagus untuk Kesehatan Liver

Isu baik bagi penggemar kafein, inovasi dari sebuah studi baru mengindikasikan bahwa konsumsi kopi dan teh berkaitan dengan kesehatan hati yang lebih baik.

Menginfokannya Medical Daily, dalam penelitian mahjong ways yang dijalankan di Amsterdam, peneliti mengkaji data lebih dari 2.400 orang dewasa berusia minimal 45 tahun.

Peserta menjalani skrining kesehatan dan mengisi survey perihal pola makan, termasuk konsumsi kopi dan teh mereka tiap-tiap hari.

Alhasil menampilkan bahwa individu yang mengkonsumsi lebih banyak kopi dan teh cenderung mempunyai kekakuan liver yang lebih rendah, sebuah unsur yang berkaitan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit hati dan kanker.

“Ada beberapa epidemiologi, melainkan juga data eksperimental yang menampilkan bahwa kopi mempunyai manfaat kesehatan pada peningkatan enzim hati, hepatitis virus, NAFLD, sirosis, dan kanker hati,” kata Dr. Sarwa Darwish Murad, ahli hepatologi di Erasmus MC University Medical Center di Rotterdam.

Banyak penelitian menampilkan bahwa kopi dapat mendorong kesehatan hati.

Menginfokannya dari Healthline, penelitian lain menampilkan bahwa semakin banyak orang minum kopi, semakin rendah risiko kematian dampak penyakit hati kronis.

Minum satu cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko 15 persen lebih rendah, sementara minum empat cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko 71 persen lebih rendah.

Studi terkini lainnya juga menemukan bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan kekakuan hati, yang yaitu ukuran yang digunakan oleh para profesional kesehatan untuk mengukur fibrosis, pembentukan jaringan parut di hati

Penyebab pemyakit Liver

Berdasarkan Johns Hopkins Medicine, penyakit hati kronis dan sirosis yaitu penyebab utama kematian dampak penyakit.

Walaupun beberapa besar kasus sirosis disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan, Dr. Louise J.M. Alferink, salah satu penulis studi, menggarisbawahi bahwa kebiasaan gaya hidup kita juga berperan dalam merusak kesehatan hati.

Alferink menyuarakan, “Selama beberapa dekade terakhir, kita sudah beralih ke arah gaya hidup yang kurang sehat, termasuk kurangnya aktivitas lahiriah dan pola makan yang kurang sehat.”

Ia juga menyoroti dampak negatif dari konsumsi makanan olahan, gula buatan, dan diet yang tak seimbang, yang tak cuma berkontribusi pada obesitas, melainkan juga mempercepat perkembangan penyakit hati berlemak non-alkohol.

Walaupun diet sehat dan penurunan berat badan sudah dikenal sebagai cara pengobatan, penelitian ini menyoroti potensi manfaat kopi hangat sebagai tambahan baru dalam pengelolaan situasi sulit hati.