Menteri ESDM Was-Was Harga Minyak Dunia Tembus USD 100 per Barel Akibat Perselisihan Iran-Israel

Jakarta – Menteri Kekuatan dan Sumber Kekuatan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif was-was harga minyak dunia membumbung sampai USD 100 per barel. Harga minyak ini terjadi saat pasokan terganggu di masa pandemi Covid-19.

Dia mengaku masih menunggu perkembangan ke depan terkait imbas konflik Iran-Israel pada rantai pasok dunia. Dia mengevaluasi, imbas pasokan itu yang paling terasa.

“Mungkin nanti ya kargo-kargo yang berada di terusan Suez, selat Hormuz itu bisa terganggu. Jika itu terganggu pasti suplai terganggu ini yang bisa menyebabkan kekurangan produksi,” ucap Arifin berakhir slot 777 gacor rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/4/2024).

“Biaya logistik naik, minyak dinaikin, logistik naik, aduh kita mau jangan sampai seperti kaya Covid dahulu itu di atas USD 100 (per barel),” ia menambahkan.

Arifin mau, tidak ada eskalasi konflik antara Iran dan Israel. Dia kuatir bila konflik memanas, akan mengganggu arus rantai pasok yang alhasil mengerek harga minyak dunia.

“Jangan sampai eskalasi berkelanjutan makanya segala negara-negara berupaya agar jangan terjadi eskalasi berkelanjutan,” ungkapnya.

Arifin mencatat, kenaikan harga minyak dunia bisa membebani kas negara dari kewajiban subsidi dan kompensasi daya. Karenanya, diperlukan upaya penghematan via sejumlah program.

Contohnya mengurangi konsumsi daya fossil seperti BBM. Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyoroti upaya tersebut.

“Kita wajib antisipasi ini melihat skenario yang mungkin terjadi, mengambil opsi untuk bisa meredam (imbas kenaikan harga minyak),” ia menambahkan.